Rudal Hipersonik Korut Meluncur ke Laut Timur, Pesan untuk AS?



KONTAN.CO.ID - Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal hipersonik pada Minggu (4/1/2026), sebagai bagian dari penilaian kemampuan operasional militernya dalam menghadapi potensi konflik.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan uji coba tersebut pada Senin (5/1/2026).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang memantau langsung peluncuran rudal, menegaskan uji coba itu memiliki nilai strategis penting.


Baca Juga: Manufaktur Jepang Mulai Stabil di Akhir Tahun 2025, PMI Naik ke Titik Impas

“Ini adalah strategi yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal,” kata Kim, dengan merujuk pada “krisis geopolitik terkini dan berbagai situasi internasional,” seperti dikutip KCNA.

Menurut laporan tersebut, rudal hipersonik itu berhasil mengenai target sejauh sekitar 1.000 kilometer di perairan timur Korea Utara.

Militer Korea Selatan sebelumnya menyatakan Korea Utara menembakkan rudal balistik ke arah laut di sebelah timurnya pada Minggu, bertepatan dengan dimulainya kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke China.

Peluncuran rudal ini juga terjadi tak lama setelah Pyongyang mengecam serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang dinilai melanggar kedaulatan negara tersebut.

Baca Juga: Delcy Rodríguez, Pewaris Kekuasaan Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS

Korea Utara tercatat terakhir kali menguji coba rudal hipersonik pada Oktober 2025. Para analis menilai sistem senjata tersebut telah diperlihatkan dalam parade militer, bersamaan dengan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) jarak jauh.

Pakar Korea Utara dari Korea Institute for National Unification (KINU) di Seoul, Hong Min, menilai uji coba terbaru ini kemungkinan merupakan respons langsung terhadap aksi militer AS di Venezuela.

“Uji coba ini tampaknya merupakan pesan politik dan militer terhadap Amerika Serikat,” tulis Hong dalam catatannya, Senin.

Hong juga menyebut rudal yang diuji diduga merupakan Hwasong-11, berdasarkan analisis citra yang dirilis media pemerintah Korea Utara.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Senin (5/1) Pagi, Investor Abaikan Dampak Gejolak Venezuela

“Rezim Korea Utara ingin menegaskan kemampuannya untuk meluncurkan rudal hipersonik kapan saja, guna mempersulit sistem pertahanan rudal Amerika Serikat dan Korea Selatan serta mencegah pencegatan dini,” ujarnya.

Selanjutnya: Makin Banyak Investor Pemula, Ini Cara Kelola Dana Saham Secara Digital

Menarik Dibaca: Makin Banyak Investor Pemula, Ini Cara Kelola Dana Saham Secara Digital