Rugi Bank Aladin Syariah Meningkat Menjadi Rp 96,2 Miliar pada Semester I-2023



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah (BANK) tercatat masih belum berhasil keluar dari kerugian. Di enam bulan pertama tahun ini, Bank Aladin mencatatkan rugi Rp 96,2 miliar.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kerugian ini meningkat 19% year on year (YoY) dari Rp 80,7 miliar pada semester I-2022.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), bank ini mencatatkan lonjakan beban operasional 98,14% menjadi Rp 320,4 miliar pada semester I-2023 dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 161,7 miliar.


Disusul beban promosi yang mengalami kenaikan signifikan, mencapai 398% menjadi Rp30,4 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,1 miliar.

Baca Juga: Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun

Selanjutnya, beban tenaga kerja meningkat 55% menjadi Rp 94 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 60,5 miliar, dan beban lainnya naik 106% menjadi Rp 95 miliar dari dari Rp195,8 miliar pada Juni 2022.

Ekuitas Bank Aladin pun ikut menyusut 3,08% year to date (ytd) menjadi Rp 3,04 triliun pada semester I-2023 dari Rp 3,14 triliun pada Desember 2022.

Akibat dari kerugian yang belum bisa dihindari, tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) menurun sebesar 428 bps menjadi 4% dari sebelumnya 8,28%.

Selain itu, tingkat pengembalian modal atau return-on-equity (ROE) juga turun sebesar 81 bps menjadi 3,2% dari sebelumnya 4,01%.

Namun, aset Bank Aladin masih tercatat alami peningkatan 85% menjadi Rp 5,16 triliun pada semester I-2023 dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,79 miliar.

Baca Juga: Bank Aladin Syariah Akuisisi Lebih dari 2,4 Juta Nasabah Hingga Kuartal I-2023

Bank Aladin juga berhasil menyalurkan pembiayaan outstanding lebih dari Rp 2,1 triliun pada semester I 2023, atau tumbuh 50,4% dari posisi Desember 2022 sebesar Rp 1,4 triliun. 

Pada semester I-2023 Bank Aladin berhasil mengakuisisi lebih dari 2,8 juta nasabah yang telah teregistrasi. Hal ini mendorong pertumbuhan DPK Bank menjadi Rp 1,3 triliun pada semester I 2023, naik 64,6% dibandingkan dengan posisi Desember 2022 sebesar Rp 795 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli