Rugi bersih BWPT membengkak empat kali lipat



JAKARTA. Kerugian PT Eagle High Plantation membengkak. Sejak awal tahun hingga September 2016, rugi bersih perseroan lompat hampir empat kali lipat menjadi Rp 300,54 miliar dari sebelumnya Rp 82,19 miliar.

Ini disebabkan karena top line emiten perkebunan milik Grup Rajayawali tersebut yang tertekan. Pendapatannya turun 22% year on year (yoy) menjadi Rp 1,59 triliun.

Sementara, beban pokok tercatat Rp 1,35 triliun. Sebenarnya, angka ini turun 11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,52 triliun. Namun, penurunan beban pokok ini tak mampu mengkompensasi penurunan pada pendapatan.


Ini terlihat dari porsi beban pokok terhadap pendapatan BWPT yang justru meningkat jadi 85% per September 2016 dari sebelumnya 74% pada sembilan bulan pertama tahun lalu.

Alhasil, laba kotor BWPT anjlok 56% menjadi Rp 240,02 miliar.

Tekanan juga datang dari pos beban bunga. Pada pos tersebut, BWPT mencatat kenaikan 43% yoy menjadi Rp 481,76 miliar.

Tekanan-tekanan tersebut yang membuat bottom line BWPT tergerus. Rugi bersih yang dicatat juga membuat rugi bersih per saham BWPT membesar menjadi Rp 9,53 per saham dari sebelumnya Rp 2,61 per saham.

Hingga berita ini diturunkan, harga saham BWPT masih anteng di level Rp 192 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie