Rukun Raharja: Rencana Akuisisi Krakatau Tirta Industri (KTI) Tergantung Hasil Lelang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk berminat menjajaki peluang PT Krakatau Tirta Industri (KTI), anak usaha PT Krakatau Steel Tbk yang bergerak di  bidang bisnis pengolahan air.

Saat ini, emiten distribusi gas alam dan infrastruktur gas berkode saham RAJA itu tengah mengikuti proses lelang guna memenangkan tender untuk transaksi akuisisi tersebut.

Direktur RAJA, Sumantri memperkirakan, proses lelang sampai proses transfer saham kepada pemenang, yang nantinya akan diputuskan oleh pihak Krakatau Steel, akan selesai pada April 2023 mendatang.


“Perseroan bersama dengan peserta lelang lainnya masih menunggu keputusan pemenang hasil lelang,” ujarnya kepada Kontan.co.id (24/8).

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan Kinerja pada Semester II 2022

Mengutip surat pemberitahuan perusahaan bernomor RR/CO/04.I03/VIII/2022 kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) 4 Agustus 2022 lalu, nilai investasi untuk proyek akuisisi ini berjumlah US$ 135 juta. RAJA berencana menggunakan kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan untuk membiayai rencana ini.

Seturut perkiraan jangka waktu lelang, pembukuan pendapatan oleh RAJA dari Krakatau Tirta Industri, jika transaksi berhasil direalisasi, diperkirakan dapat dimulai pada April 2023 mendatang. Bukan tanpa alasan RAKA melirik KTI.

Sumantri berujar, RAJA melihat bahwa bisnis pengolahan air semakin besar potensinya di masa depan. RAJA sendiri telah memulai bisnis pengolahan air bersih ini dengan mengakuisisi PT Bravo Delta Persada dan membangun SPAM di Bandung Barat pada tahun 2020. 

 
RAJA Chart by TradingView

Dalam pandangan RAJA, KTI dengan penguasaan dominan terutama di Cilegon dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja keuangan Perseroan. 

“Langkah ini juga untuk memperkuat proses diversifikasi unit bisnis Perseroan dengan tetap memanfaatkan pengalaman dan potensi Perseroan dalam Pengembangan infrastruktur bahan kebutuhan dasar seperti migas dan air bersih,” tandas Sumantri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .