KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (
SMGR) atau SIG terus mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan melalui Rumah BUMN (RB) Rembang. Program yang dikelola PT Semen Gresik tersebut telah berkembang menjadi inkubator bisnis UMKM yang tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN Rembang telah mendampingi 580 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6,9 miliar.
Program ini juga berkontribusi pada penyerapan lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal, menunjukkan peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus sumber penciptaan lapangan kerja.
Baca Juga: Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Berkelanjutan Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan UMKM yang terstruktur dapat mendorong pelaku usaha naik kelas. Tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk, Rumah BUMN Rembang juga memperluas akses pasar, memperkuat branding, serta mempercepat adopsi digitalisasi usaha sehingga UMKM lebih siap menghadapi persaingan pasar. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasional. “UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja,” ujar Vita Mahreyni dalam siaran pers, Jumat (26/6/2026). Hingga 2025, Rumah BUMN Rembang telah menggelar 203 program pelatihan yang mencakup peningkatan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan merek, hingga strategi pemasaran.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Bidik Peluang Bisnis Infrastruktur Lewat Beton Cepat Kering Pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar pelaku usaha mampu menjawab tantangan pasar sekaligus menangkap peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas. Dampak program tersebut terlihat dari perkembangan sejumlah UMKM binaan. Salah satunya Batik Sekar Mulyo milik Bella Ayu Paramitha di Rembang. Setelah mendapatkan pendampingan dari Rumah BUMN Rembang, usaha tersebut mampu mencatat omzet sekitar Rp100 juta per bulan. Pertumbuhan bisnis itu juga membuka lapangan kerja bagi puluhan karyawan tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.
Bagi SIG, Rumah BUMN Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan. Program ini dibangun sebagai ekosistem bisnis yang menghubungkan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, serta akses pemasaran berbasis digital. Model tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi lokal. Keberhasilan Rumah BUMN Rembang juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara BUMN dan masyarakat mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Ekspor Perdana 11.275 MT Semen ke Reunion Island, Prancis Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, program ini memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, dan memperkuat daya saing produk lokal. Ke depan, SIG berencana memperluas dampak program melalui peningkatan kapasitas UMKM, penguatan daya saing produk, serta pembukaan akses ke pasar nasional dan global. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News