Rumor Akuisisi BCA Menyebar, Bank Swasta Besar Penting Jaga Persaingan Perbankan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberadaan bank swasta berskala besar dinilai penting untuk menjaga persaingan di industri perbankan Indonesia.

Persaingan antara bank swasta dan bank BUMN dinilai dapat mendorong inovasi, efisiensi, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang oleh dua pilar besar, yakni bank milik negara dan bank swasta.


Keseimbangan di antara keduanya penting agar pasar tidak bergantung pada satu jenis pelaku.

Baca Juga: Bank Swasta Siap Tebar Dividen Jumbo, Ini Daftar dan Prospeknya

“Bank swasta besar dengan struktur kepemilikan yang beragam punya peran strategis bagi industri perbankan kita. Sistem perbankan Indonesia selama ini ditopang oleh dua pilar besar, yakni bank milik negara dan bank swasta, dan keseimbangan di antara keduanya membuat pasar tidak bergantung pada satu jenis pelaku saja,” kata Yusuf, Sabtu (26/9/2026).

Yusuf berpandangan, bank swasta besar dengan basis pemegang saham yang beragam, termasuk investor publik, juga terdorong menjalankan tata kelola secara disiplin karena diawasi regulator, pasar, dan pemegang saham minoritas.

Keberadaan bank swasta besar juga dapat menjadi pembanding bagi bank lain, termasuk bank BUMN, sehingga mendorong peningkatan standar layanan dan investasi teknologi.

Dari sisi masyarakat, persaingan t ersebut memberikan lebih banyak pilihan produk perbankan, mulai dari tabungan, kredit hingga layanan transaksi.“Sehingga nasabah punya daya tawar dan bisa berpindah ketika layanan tidak memuaskan,” sebutnya.

Meski demikian, Yusuf menekankan bahwa keberagaman kepemilikan bukan jaminan otomatis sebuah bank sehat.

Tata kelola, manajemen risiko, kecukupan modal, pengawasan regulator, serta persaingan yang terbuka tetap diperlukan untuk memastikan industri berkembang secara sehat.

Baca Juga: Bank Swasta Tebar Dividen Jumbo, Mana yang Paling Menarik?

Dorong Efisiensi

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memandang, bank swasta berskala besar juga berperan dalam mendorong inovasi dan efisiensi industri perbankan.

“Bank swasta skala besar memegang peran penting bagi ekonomi Indonesia. Ia membawa inovasi dan mendorong efisiensi industri yang belum tentu didapatkan dari bank-bank BUMN,” kata Wijayanto.

Menurut Wijayanto, masih terdapat ruang untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan Indonesia. Ia menyoroti NIM perbankan Indonesia berada di sekitar 4,5% dan BOPO sekitar 70%.

Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara ASEAN, seperti Malaysia dengan NIM sekitar 2% dan BOPO 45%, Thailand sekitar 2,5% dan 50%, serta Vietnam sekitar 3% dan 35%.

“Inefisiensi ini perlu dikurangi agar sektor riil bisa bertumbuh dengan lebih cepat dan mendorong persaingan sehat antarbank merupakan syarat utama,” ujarnya.

Baca Juga: Beda Strategi Bank Swasta dan Himbara Menghadapi Tingginya Cost of Fund

Menurutnya, konsolidasi bank-bank kecil juga perlu dilakukan secara paralel untuk meningkatkan efisiensi industri. Di sisi lain, konsentrasi kontrol perbankan pada kelompok tertentu perlu dihindari agar mekanisme persaingan tetap terjaga.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menambahkan, keberadaan bank swasta besar dengan kepemilikan beragam dapat menjadi penyeimbang terhadap dominasi kelompok bank tertentu sekaligus memperkuat persaingan di pasar.