Rumor Diakuisisi Haji Isam, Ini Tanggapan Resmi Manajemen BYAN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya buka suara mengenai rumor rencana akuisisi saham perseroan oleh pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Manajemen BYAN menegaskan bahwa hingga saat ini perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya.

Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, informasi mengenai rencana transaksi tersebut belum diketahui oleh perseroan.


"Sampai saat ini, BYAN tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," tulis Jenny dalam keterbukaan informasi, Selasa (18/8/2026).

Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN telah menyampaikan kepada perseroan bahwa sebagai investor, mereka dapat mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi di BYAN.

BYAN siap buka informasi jika ada transaksi

Jenny menegaskan, Bayan Resources senantiasa berkomitmen memenuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan aturan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Termasuk di dalamnya kewajiban menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang memang wajib diumumkan kepada publik.

Dengan demikian, hingga Selasa (18/8/2026), belum ada konfirmasi resmi dari BYAN mengenai terjadinya transaksi pengambilalihan saham oleh Haji Isam.

Rumor tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah muncul pemberitaan yang menyebut Haji Isam tengah membidik sekitar 62,2% saham BYAN milik keluarga Low Tuck Kwong.

Angka 62,2% tersebut juga memiliki kaitan dengan struktur kepemilikan BYAN. Berdasarkan data pemegang saham per 29 Mei 2026 yang diberitakan sebelumnya, Low Tuck Kwong menguasai 40,24% saham BYAN, sedangkan Elaine Low memiliki sekitar 22%. Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,22%.

Namun, kabar mengenai rencana akuisisi tersebut hingga kini masih sebatas rumor dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak BYAN maupun Haji Isam.

Baca Juga: Raih Pendanaan Garap Fiber Optic, Saham PADA dan INET Kompak Sentuh ARA

Saham BYAN melonjak hampir 20%

Rumor akuisisi tersebut ikut menjadi perhatian pasar dan mendorong pergerakan saham BYAN.

Pada perdagangan Selasa (18/8/2026), saham BYAN ditutup di level Rp17.275 per saham, melonjak 19,97%.

Dalam sepekan terakhir, saham emiten batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong tersebut telah menguat sekitar 43,66%.

Lonjakan harga tersebut membuat rumor akuisisi menjadi semakin ramai diperbincangkan oleh pelaku pasar.

Sebelumnya, saham BYAN juga telah mengalami kenaikan signifikan setelah kabar mengenai potensi pengambilalihan saham beredar di pasar.

Meski demikian, investor perlu berhati-hati dalam menyikapi pergerakan harga yang dipicu rumor karena belum terdapat kepastian mengenai struktur transaksi, harga akuisisi, maupun pihak pembeli.

Tonton: BI Resmi Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Terintegrasi QRIS

Kinerja BYAN tetap solid

Di luar rumor akuisisi, Bayan Resources mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada semester I-2026.

Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$410,25 juta atau sekitar Rp7,41 triliun pada semester I-2026.

Laba tersebut meningkat 17,46% dibandingkan US$349,24 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan BYAN juga tumbuh 7,29% menjadi US$1,74 miliar atau sekitar Rp31,45 triliun hingga Juni 2026, dari US$1,62 miliar pada semester I-2025. Perhitungan rupiah tersebut menggunakan asumsi kurs Rp18.070 per dolar AS.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa di tengah rumor aksi korporasi, fundamental bisnis BYAN tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

 

Mahasiswa Kembali Turun Ke Jalan
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: