Rupee India Cetak Rekor Terendah, Perang Timur Tengah Picu Tekanan Ganda



KONTAN.CO.ID -  MUMBAI. Nilai tukar rupee India terperosok ke titik terendah sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (4/3/2026), seiring gejolak perang di Timur Tengah yang mengguncang pasar global dan memicu tekanan serius bagi ekonomi negara pengimpor energi seperti India.

Rupee anjlok hingga 92,0550 per dolar AS, melampaui rekor terendah sebelumnya di 91,9875 per dolar yang tercatat pada akhir Januari. 

Pelemahan tajam ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dan aksi jual besar-besaran aset berisiko oleh investor global.


Baca Juga: Bursa Asia Tersungkur, Pasar Waspadai Guncangan Energi akibat Perang Timur Tengah

Perang yang terus meluas di Timur Tengah mendorong pasar saham dunia melemah, memperkuat dolar AS, serta mengerek harga minyak ke kisaran US$85 per barel. 

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran baru soal inflasi dan ketahanan ekonomi negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Sejak awal tahun 2026, rupee telah melemah lebih dari 2% dan tercatat sebagai salah satu mata uang pasar berkembang dengan kinerja terburuk. Tekanan ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap risiko geopolitik global.

Sebelumnya, rupee sempat mencatat pemulihan singkat setelah Amerika Serikat dan India mengumumkan kesepakatan dagang bulan lalu, yang sempat memicu arus masuk dana asing. 

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Saham Energi, Ini Rekomendasi Analis

Namun, sentimen positif tersebut cepat memudar seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Seorang analis pasar menegaskan, tekanan pada rupee berpotensi berlanjut selama konflik belum mereda dan harga minyak tetap tinggi.