Rupee India, Jurus Keras Bank Sentral Hentikan Pelemahan Drastis



KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Otoritas moneter India mengambil langkah agresif untuk meredam tekanan terhadap rupee. Ini dilakukan di tengah gejolak global yang kian memanas.

Melansir Bloomberg, Senin (30/3), Bank sentral India Reserve Bank of India (RBI) resmi membatasi posisi terbuka (open position) bank di pasar valuta domestik maksimal US$ 100 juta per hari mulai 10 April. Aturan ini memaksa perbankan memangkas paparan, sekaligus membatasi ruang bagi spekulasi besar terhadap pelemahan rupee.

Langkah ini tergolong salah satu yang paling keras dalam lebih dari satu dekade terakhir. Di baliknya, tersimpan kekhawatiran serius bahwa rupee terus tertekan hingga menyentuh rekor terendah, terutama sejak konflik Iran pecah dan memicu gejolak harga energi global.


Tekanan tersebut tidak ringan. Dalam tiga pekan pertama Maret saja, RBI dikabarkan telah menguras lebih dari US$ 30 miliar cadangan devisa untuk intervensi di pasar spot dan forward. Artinya, strategi lama menjual dolar untuk menahan pelemahan kian mahal dan kurang efektif.

Baca Juga: Perekonomian Global: Alarm Baru dari Lonjakan Harga Energi dan Logam

"Langkah ini memberi stabilitas jangka pendek, tetapi tidak banyak menyentuh fundamental jangka panjang," ujar seorang pelaku pasar.

Masalahnya, tekanan terhadap rupee bukan semata berasal dari dalam negeri. Justru, dinamika harga semakin ditentukan di pasar offshore seperti Singapura, London, dan New York, melalui instrumen derivatif non-deliverable forwards (NDF).

Di sinilah letak dilema. Ketika spekulasi berkembang di luar yurisdiksi domestik, intervensi konvensional menjadi kurang ampuh. Posisi besar bisa terbentuk di luar negeri, lalu menular ke pasar domestik lewat arbitrase. Alhasil, RBI terus menjual dolar tanpa menghentikan tekanan.

Sejak konflik Iran pecah sebulan lalu, rupee telah melemah lebih dari 4% dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini. Di saat bersamaan, arus modal asing juga berbalik arah, lebih dari US$ 11 miliar keluar dari pasar saham India.

Baca Juga: Trump Rilis Peringatan Baru Bagi Teheran, Iran: Proposal Perdamaian AS Tak Realistis