Rupee India Melemah pada 2026, Tertinggal dari Mata Uang Negara Berkembang Lain



KONTAN.CO.ID – MUMBAI. Nilai tukar rupee India menunjukkan penguatan tipis pada Kamis (26/2), didukung oleh pelemahan dolar AS secara luas. Namun, sepanjang tahun 2026, mata uang ini tetap tertinggal dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, seiring preferensi investor terhadap pasar global berbasis teknologi, ekspor, dan komoditas.

Sepanjang tahun berjalan, rupee tercatat melemah sekitar 1% terhadap dolar AS. Sebagai perbandingan, mata uang negara berkembang lain seperti Brasil dan Malaysia justru mencatat penguatan signifikan terhadap dolar.

Pada perdagangan hari ini, rupee diperdagangkan di level 90,86 per dolar AS pada pukul 10:30 waktu setempat, sedikit lebih kuat dibandingkan penutupan sesi sebelumnya di 90,9475 per dolar AS.


Baca Juga: Yen Menguat, Sentimen Nvidia dan Ketidakpastian Tarif AS Gerakkan Pasar Global

Kinerja Rupee Masih Tertinggal

Kinerja rupee yang tertinggal dari mata uang emerging markets sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Saat itu, India menghadapi tekanan dari arus masuk portofolio asing yang tidak stabil, lonjakan impor logam mulia, serta friksi perdagangan dengan Amerika Serikat.

Meskipun aliran dana portofolio mulai pulih setelah India dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan dagang pada awal Februari, minat investor masih cenderung mengarah ke pasar teknologi di Asia Utara serta mata uang berbasis komoditas di kawasan Amerika Latin.

Pasar Saham Ikut Tertinggal

Preferensi investor ini juga tercermin di pasar saham. Indeks saham acuan India masih mencatatkan kinerja negatif sekitar 2,5% sepanjang tahun ini. Hal ini jauh tertinggal dibandingkan indeks saham negara berkembang versi MSCI yang melonjak lebih dari 15% pada periode yang sama.

Analis dari Goldman Sachs mencatat bahwa reli pasar saham emerging markets tahun ini tidak lagi didorong oleh ekspansi valuasi seperti tahun lalu, tetapi oleh peningkatan proyeksi laba—terutama di sektor teknologi dan komoditas.

Baca Juga: Macron Perbarui Doktrin Nuklir Prancis, Eropa Mulai Ragu Payung AS

Dibandingkan pasar regional, baik saham India maupun rupee juga tertinggal dari negara Asia lainnya seperti Korea Selatan dan Taiwan. Kedua negara tersebut mendapat dorongan sentimen positif dari optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Prospek Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, analis memperkirakan rupee masih akan berada dalam posisi underperform dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya. Meski demikian, faktor musiman yang biasanya positif pada bulan Maret berpotensi memberikan dukungan sementara terhadap mata uang tersebut.

Ke depan, arah rupee akan sangat bergantung pada dinamika arus modal global serta daya tarik sektor teknologi dan komoditas yang saat ini menjadi fokus utama investor internasional.

Selanjutnya: Rasio Biaya Tercatat Naik, Efisiensi Bank Tertekan

Menarik Dibaca: Promo Tiket Pelni Lebaran: Diskon 30% Bikin Mudik Hemat, Cek Syarat dan Ketentuannya