Rupee India Sentuh Rekor Terendah Dekati 97 per Dolar AS



KONTAN.CO.ID - Mata uang India, rupee, jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah tingginya harga minyak dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Melansir Reuters, Rupee sempat menyentuh level 96,96 per dolar AS, melampaui rekor terendah sebelumnya di posisi 96,6150 yang tercatat sehari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan, rupee berada di level 96,82 per dolar AS.

Baca Juga: Rusia dan China Kritik Proyek Golden Dome AS, Dinilai Ancam Stabilitas Dunia


Sejak perang Iran pecah pada akhir Februari 2026, rupee telah melemah lebih dari 6%.

Tekanan terhadap mata uang India terjadi seiring berlanjutnya ketidakpastian negosiasi damai antara AS dan Iran yang membuat harga minyak dunia tetap tinggi.

Harga minyak memang sedikit turun, namun masih bertahan di kisaran US$110 per barel setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan serangan terhadap Iran masih terbuka.

Baca Juga: Supertanker Keluar dari Selat Hormuz Bawa 6 Juta Barel Minyak

Di saat bersamaan, pasar obligasi global terus mengalami aksi jual karena investor meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga lebih lanjut pada 2026.

Kenaikan harga energi, lemahnya arus modal asing, dan naiknya imbal hasil obligasi memicu kekhawatiran terhadap potensi defisit neraca pembayaran India pada tahun fiskal ini.

Analis DBS Bank menilai belum ada tanda penyelesaian konflik yang meyakinkan dalam waktu dekat.

“Guncangan energi eksternal ini telah mengacaukan kondisi makroekonomi dan terus menekan rupee,” tulis DBS dalam catatannya.

DBS juga merevisi proyeksi pergerakan rupee sepanjang sisa tahun 2026 menjadi berada di kisaran 95–100 per dolar AS, lebih lemah dibanding proyeksi sebelumnya di level 90–95.

Baca Juga: Nestlé dan Danone Dituding Lambat Tarik Produk Susu Bayi, Ini Responsnya

Di pasar valuta asing, trader menyebut penjualan dolar oleh bank-bank milik negara yang diduga dilakukan atas nama Reserve Bank of India membantu menahan pelemahan rupee lebih dalam.

“Permintaan dolar dari nasabah terus tinggi, sementara suplai dolar yang berarti hanya datang dari RBI sehingga rupee sangat bergantung pada intervensi,” ujar seorang trader bank swasta.

Tekanan akibat konflik Iran juga mulai terasa di negara-negara Asia lainnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin guna menopang rupiah yang juga mencatat serangkaian rekor terendah dalam beberapa hari terakhir.