Rupee Melemah di Awal 2026, Tertekan Permintaan Dolar Korporasi



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupee India mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pelemahan tipis, terbebani oleh meningkatnya permintaan dolar dari kalangan korporasi.

Sementara itu, volume transaksi yang masih tipis pada hari pertama perdagangan tahun baru membatasi pergerakan yang lebih besar, menurut para pelaku pasar.

Pada Kamis (1/1/2026), rupee dibuka melemah di level 89,9525 per dolar AS, dibandingkan penutupan Rabu di 89,87.


Baca Juga: Tahun Baru, Wajah Baru New York: Zohran Mamdani Resmi Dilantik Jadi Wali Kota

Sepanjang perdagangan, mata uang tersebut bergerak dalam kisaran sempit sebelum ditutup melemah sekitar 0,1% ke level 89,97 per dolar AS.

Sepanjang 2025, rupee mencatatkan depresiasi tahunan sebesar 4,72%, menjadi kinerja terburuk sejak 2022, ketika mata uang India itu anjlok hampir 10%.

Aktivitas perdagangan terpantau lesu akibat libur Tahun Baru di sejumlah pasar utama global. Kondisi tersebut membuat arus transaksi rutin menjadi pendorong utama pergerakan harga.

Pelemahan rupee pada awal 2026 pun mencerminkan pola yang terlihat sepanjang sebagian besar 2025, ketika dinamika permintaan dan penawaran dolar terus menekan nilai tukar.

“Selama level 90 belum ditembus, sulit memprediksi arah yang jelas bagi rupee,” ujar seorang trader dari perusahaan pialang.

Baca Juga: Neuralink Milik Elon Musk Akan Mulai Produksi Massal Perangkat Otak Digital di 2026

Managing Director perusahaan penasihat valuta asing CR Forex Amit Pabari menilai, rupee memasuki 2026 dengan tantangan sekaligus penyangga.

“Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, fundamental makro India yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta kerangka kebijakan yang pragmatis memberikan stabilitas bagi rupee,” katanya.

Menurut Pabari, perkembangan negosiasi perjanjian dagang antara India dan Amerika Serikat yang masih tertunda berpotensi menjadi katalis positif.

Jika kesepakatan tercapai, hal tersebut dapat memberikan dorongan kepercayaan yang signifikan bagi pasar.

Dalam jangka pendek, rupee diperkirakan bergerak di kisaran 89,30–90,20 per dolar AS, dengan kecenderungan menguat secara moderat.

Baca Juga: Amerika Serikat Menunda Kenaikan Tarif Impor Furnitur Hingga 2027

Dalam waktu dekat, pelaku pasar akan mencermati arus investasi di pasar saham untuk melihat apakah tahun ini akan berbeda dari 2025, ketika investor asing mencatatkan arus keluar terbesar dari pasar ekuitas domestik.

Perbaikan arus modal asing ke pasar saham dinilai krusial untuk meredakan tekanan permintaan dolar yang sepanjang 2025 turut menekan kinerja rupee, kata para trader.

Selanjutnya: InJourney Airports Layani 8,23 Juta Penumpang Saat Nataru, Ini Bandara Tersibuk

Menarik Dibaca: InJourney Airports Layani 8,23 Juta Penumpang Saat Nataru, Ini Bandara Tersibuk