KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupee India (INR) melemah ke kisaran 95,5 per dolar AS, setelah sempat bergerak relatif datar pada minggu sebelumnya akibat menguatnya dolar dan naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang dipicu oleh kembali munculnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (31/8), pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September 2026 hingga mendekati 60% menyusul pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh. Kondisi itu menambah tekanan terhadap rupee. Harga minyak mentah yang lebih tinggi turut membebani sentimen pasar, di mana harga minyak Brent mendekati level US$ 90 per barel di tengah kembali memanasnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
Rupee Melemah, Intervensi RBI dan Rekor Cadangan Devisa Jadi Benteng
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupee India (INR) melemah ke kisaran 95,5 per dolar AS, setelah sempat bergerak relatif datar pada minggu sebelumnya akibat menguatnya dolar dan naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang dipicu oleh kembali munculnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (31/8), pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September 2026 hingga mendekati 60% menyusul pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh. Kondisi itu menambah tekanan terhadap rupee. Harga minyak mentah yang lebih tinggi turut membebani sentimen pasar, di mana harga minyak Brent mendekati level US$ 90 per barel di tengah kembali memanasnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
TAG: