Rupee Mendekati Rekor Terendah, Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Arus Keluar Modal



KONTAN.CO.ID - Mata uang India, Indian Rupee, diperkirakan bertahan di dekat level terendah sepanjang masa pada perdagangan Senin (16/3/2026).

Tekanan datang dari kekhawatiran bahwa konflik Iran yang semakin memanas dapat menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan permintaan dolar dari para importir.

Kontrak non-deliverable forward (NDF) satu bulan mengindikasikan rupee akan dibuka di kisaran 92,42–92,48 per dolar AS, hampir tidak berubah dari posisi 92,4550 pada Jumat lalu.


Pada perdagangan tersebut, rupee sempat menyentuh rekor terendah 92,4750 per dolar AS.

Baca Juga: Ekonomi China Awali 2026 dengan Momentum Positif, Meski Risiko Global Meningkat

Tekanan pada mata uang India terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak global. Harga minyak mentah Brent crude sempat mencapai US$106,10 per barel, memperpanjang reli yang telah mendorong harga naik hampir 40% sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu mengatakan pemerintahannya sedang berdiskusi dengan tujuh negara untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Strait of Hormuz, rute utama perdagangan minyak dunia yang sebagian besar telah diblokir Iran bagi kapal tanker.

Di sisi lain, Iran pada Sabtu memperingatkan akan menargetkan fasilitas apa pun di kawasan yang memiliki kaitan dengan Amerika Serikat, setelah Washington mengebom apa yang disebutnya sebagai pusat energi utama Iran.

“Risikonya sekarang adalah harga minyak di atas US$100 menjadi normal baru untuk sementara waktu,” kata seorang trader mata uang di sebuah bank.

“Jika itu terjadi, rupee kemungkinan perlu melemah lebih jauh untuk menyerap peningkatan ketidakseimbangan eksternal.”

Baca Juga: Harga Emas Spot Melemah di Pagi Ini (16/3), Terseret Kenaikan Harga Minyak

Sentimen risiko global juga tetap rapuh seiring kekhawatiran terhadap harga minyak. Bursa saham Asia memperpanjang penurunan pekan lalu, sementara dolar AS sebagai aset aman tetap bertahan di atas indeks 100.

Tekanan juga datang dari pasar saham domestik. Indeks Nifty 50 anjlok 5,3% pekan lalu dan telah turun sekitar 8% sepanjang bulan ini.

Penurunan pasar saham tersebut beriringan dengan arus keluar dana asing yang berlanjut. Investor global telah menarik sekitar US$5,7 miliar dari pasar saham India bulan ini hingga Kamis.

Data awal juga menunjukkan penjualan meningkat pada Jumat, dengan arus keluar dana diperkirakan melebihi US$1 miliar dalam satu hari.