Rupiah Anjlok di Tengah Kejatuhan IHSG, Ini Proyeksi Selasa (13/10)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan awal pekan ini, di tengah sentimen penghindaran risiko (risk-off) di pasar keuangan domestik maupun regional.

Melansir Bloomberg pada Senin (12/10/2026). Mata uang garuda ditutup turun 0,08% secara harian ke level Rp 17.913 per dolar AS. 

Sejalan dengan itu, rupiah berdasarkan kurs JISDOR (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) ditutup di level Rp 17.899 per dolar AS, atau melemah 0,8% dibandingkan penutupan akhir pekan.


Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tertekan Isu MSCI, Simak Proyeksinya untuk Selasa (13/10)

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen risk-off di pasar ekuitas domestik dan regional. 

“Rupiah ditutup melemah terhadap dolar di tengah sentimen risk-off pasar ekuitas domestik maupun regional. Investor juga masih cenderung berhati-hati di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan antisipasi data inflasi AS pekan ini,” ujar Lukman kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Memang, penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (12/10/2026), ditutup turun signifikan sebanyak 157,61 poin (2,59%) ke bawah level 6.000, tepatnya level 5.936,15. 

Level IHSG ini tercatat yang terendah dalam tiga bulan terakhir atau terhitung sejak 3 Juli 2026.

Ke depan Lukman menambahkan, belum ada data ekonomi penting dari dalam negeri maupun luar negeri yang menjadi perhatian utama pasar. 

Karena itu, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak mentah dunia, serta imbal hasil obligasi.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.850-Rp 17.950 per dolar AS pada perdagangan Selasa (13/10).

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Susut Rp 40 Triliun, 10 MI Kuasai 76,4% Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News