Rupiah Anjlok ke Rp 17.400 per Dolar AS, BI Lakukan Intervensi untuk Jaga Rupiah



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Rupiah masih melanjutkan pelemahannya, bahkan sudah menembus level Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tembus ke atas Rp 17.400 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa (5/5/2026). Mengutip Bloomberg, pada pukul 10.32 WIB, rupiah berada di level Rp 17.428 per dolar AS, melemah 0,20% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bank sentral akan terus hadir di pasar guna memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, sehingga pergerakan rupiah tetap mencerminkan nilai fundamentalnya.


Baca Juga: Ekonom Ini Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Capai 5,44% pada Kuartal I 2026

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ujar Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih relatif sejalan dengan mayoritas mata uang negara berkembang (emerging market). Bahkan, sejumlah mata uang mengalami pelemahan yang lebih dalam dibandingkan rupiah.

Philippine peso tercatat melemah sebesar 6,58%, Thailand baht melemah 5,04%, India rupee melemah 4,32%, Chile peso turun 4,24%, sementara rupiah melemah 3,65% dan Korea won terkoreksi 2,29%.

Untuk menjaga stabilitas tersebut, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan intervensi di pasar keuangan. Langkah yang ditempuh meliputi intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca Juga: Inflasi April 2026 Melandai, Ancaman Bergeser ke Energi dan Biaya Produksi

Erwin menegaskan, langkah-langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan terukur guna meredam tekanan eksternal serta menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap rupiah.

“Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News