KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan siap untuk mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF) demi membantu stabilisasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini dilakukan menyusul pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Pada awal perdagangan Selasa (12/5/2026), nilai tukar rupiah sempat anjlok ke Rp 17.508 per dolar Amerika Serikat (AS), jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang berada di level Rp 16.500 per dolar AS. “Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market, itu dengan Bond Stabilization Fund (BSF),” ujar Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).
Rupiah Anjlok, Menkeu Aktifkan Bond Stabilization Fund untuk Cegah Dana Asing Kabur
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan siap untuk mengaktifkan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF) demi membantu stabilisasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah ini dilakukan menyusul pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Pada awal perdagangan Selasa (12/5/2026), nilai tukar rupiah sempat anjlok ke Rp 17.508 per dolar Amerika Serikat (AS), jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang berada di level Rp 16.500 per dolar AS. “Kita akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market, itu dengan Bond Stabilization Fund (BSF),” ujar Purbaya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).
TAG: