KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (30/10/2026), meski mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang Garuda selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta efektivitas intervensi Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (29/10/2026), rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 18.137 per dolar AS atau menguat 0,26%. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan rupiah terapresiasi 0,30% ke posisi Rp 18.128 per dolar AS, dari Rp 18.183 per dolar AS pada hari sebelumnya. Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi menjelaskan, penguatan rupiah pada Kamis (29/10/2026) ditopang oleh keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menahan suku bunga acuan. Keputusan tersebut meredakan tekanan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi pasar keuangan regional untuk bernapas dalam jangka pendek.
Rupiah Berpeluang Konsolidasi, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS pada Jumat (30/10)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (30/10/2026), meski mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang Garuda selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen global, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta efektivitas intervensi Bank Indonesia (BI). Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (29/10/2026), rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 18.137 per dolar AS atau menguat 0,26%. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia menunjukkan rupiah terapresiasi 0,30% ke posisi Rp 18.128 per dolar AS, dari Rp 18.183 per dolar AS pada hari sebelumnya. Ekonom Universitas Airlangga Rahma Gafmi menjelaskan, penguatan rupiah pada Kamis (29/10/2026) ditopang oleh keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menahan suku bunga acuan. Keputusan tersebut meredakan tekanan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi pasar keuangan regional untuk bernapas dalam jangka pendek.
TAG: