Rupiah Berpeluang Lanjut Menguat pada Rabu (22/7/2026), Ini Sentimen Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup menguat 0,33% ke level Rp 17.888 per dolar AS pada Selasa (21/7/2026). Sedangkan di kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 0,37% ke level Rp 17.909 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah didukung oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah menyusul sinyal negosiasi AS-Iran, serta berlanjutnya arus modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan domestik.


Baca Juga: IHSG Menguat 9 Hari Berturut-turut, Intip Saham yang Diborong Asing, Selasa (21/7)

"Investor utamanya mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia," ungkap Lukman kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Senada, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual melihat pasar masih mencermati arah kebijakan BI Rate, perkembangan geopolitik global, serta sentimen pasar saham dunia terhadap sektor AI.

David menjelaskan bahwa sentimen sektor AI cenderung bergerak berlawanan dengan arus investasi ke pasar saham Indonesia yang berfokus pada komoditas.

Baca Juga: IHSG Naik 1,74%, Simak Rekomendasi Saham AMMN, CTRA, dan HRTA Rabu (22/7)

Untuk perdagangan Rabu (22/7/2026), Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 17.850 – Rp 18.000 per dolar AS.

Sedangkan David memperkirakan kurs rupiah berada di kisaran Rp 17.900 – Rp 18.000 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: