Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas Pada Hari Ini, Rabu (23/11)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kemarin menguat 0,10% ke Rp 15.697 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan kurs rupiah Jisdor melemah tipis 0,06% menuju level Rp 15.716 per dolar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan rupiah berpotensi menguat terbatas di rentang Rp 15.650 per dolar AS-Rp 15.750 per dolar AS pada hari ini, Rabu (23/11). Hal itu mengingat tidak ada data dari AS yang berpengaruh penting tadi malam.

"Kemarin, rupiah mampu menguat setelah pernyataan dari salah satu pejabat Fed, Loretta Mester, mendorong kembali ekspektasi Fed terhadap perlambatan laju kenaikan suku bunga Fed," ujar Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (21/11).


Josua menambahkan, Mester nampaknya optimis bahwa Fed berkemungkinan menaikkan suku bunganya hanya sebesar 50 basis poin (bps) di pertemuan mendatang.

Baca Juga: Volume Rata-rata Harian Transaksi PUAB Rupiah Capai Rp 15,76 Triliun di Oktober 2022

Analis Monex Investindo Andian Wijaya memprediksikan pergerakan rupiah hari ini pada kisaran Rp 15.680 per dolar AS-Rp 15.850 per dolar AS. Dia mengatakan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen pasar global terhadap outlook kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember nanti.

Meskipun sudah ada upaya dari Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan di pekan lalu, tetapi isu kenaikan suku bunga The Fed masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun 2023.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,06% ke Rp 15.716 Per Dolar AS Pada Selasa (22/11)

"Ini menjadi peluang yang melemahkan rupiah, sehingga kemungkinan pelemahan akan terjadi di esok hari," ucap Andian kepada Kontan.co.id, Selasa (21/11).

Andian bilang, terkait upaya untuk menjaga rupiah di bawah level Rp 16.000 per dolar AS bakal mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan pencegahan. Sentimen outlook kebijakan moneter The Fed menjadi penggerak sentimen rupiah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati