Rupiah Berpotensi Stabil Sepekan Ke Depan meski The Fed Menaikkan Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan ini, Bank Indonesia (BI) dan Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat bulanan. Sejak awal tahun, ada perkiraan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Maret.

Kebijakan moneter ini akan turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah cenderung stabil untuk sepekan ke depan lantaran dari dalam negeri ada rilis data neraca dagang dan kebijakan suku bunga BI. 

"BI melihat ekonomi nasional tumbuh antara 3,2%-4% pada tahun 2021 dan semakin meningkat menjadi 4,7%-5,5% pada tahun 2022 didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat mengingat peluncuran program vaksinasi yang lebih cepat, pembukaan kembali sektor ekonomi yang lebih luas dan stimulus kebijakan yang berkelanjutan," kata Sutopo.


Baca Juga: Rupiah Menguat 0,60% Dalam Sepekan Terakhir

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan dari dalam negeri pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca dagang dan RDG BI. "Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari diperkirakan tercatat surplus US$ 3,1 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus di bulan Januari, sebesar US$ 0,93 miliar," kata Josua.

Josua memperkirakan pekan depan rupiah akan berada di rentang Rp 14.275 per dolar AS-Rp 14.425 per dolar AS. Sementara, Sutopo memproyeksikan pekan depan rupiah akan berada dalam rentang Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.350 per dolar AS. 

Sutopo mengatakan The Fed dipastikan menaikkan suku bunga acuan 25 bps dengan tujuan untuk meredam inflasi yang telah mencapai angka 7,9% mom di bulan Februari. Tetapi fokus akan tetap pada gejolak politik di Eropa timur. 

Baca Juga: Melemah Tipis 0,08%, Ini Deretan Sentimen Penggerak IHSG Sepekan

Sementara menurut Josua meskipun pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 bps pada rapat FOMC bulan ini, penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih akan mencermati arah suku bunga AS. Josua memperkirakan RDG BI minggu depan, BI7DRR tetap di level 3,5%.

"Hal itu dipertimbangkan atas dasar tingkat inflasi yang masih terkendali serta nilai tukar rupiah yang cenderung stabil di tengah meningkatnya risk off sentimen yang didorong oleh faktor geopolitik Rusia-Ukraina dan normalisasi kebijakan moneter Fed pada FOMC bulan ini," ujar Josua.

Kurs rupiah spot melemah 0,17% ketimbang penutupan perdagangan Jumat (11/3) ke Rp 14.301 per dolar AS. Kurs rupiah spot menguat 0,60% dalam sepekan terakhir.

Sementara, kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah 0,06% ke Rp 14.306 per dolar AS pada hari ini. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati