KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang relatif negatif di pekan lalu mengangkat nilai tukar rupiah di awal pekan ini. Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah menguat 0,18% ke Rp 14.014 per dolar AS. Kompak, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan penguatan rupiah 0,45% Rp 14.002 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.066 per dolar AS. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah menguat karena dolar AS tertekan data pengangguran, rata-rata pendapatan per jam dan manufaktur yang menurun. Data tersebut menghalangi sentimen positif dari data non farm employment change yang tumbuh. "Data ekonomi AS relatif negatif membuat ekspektasi The Fed bisa memangkas suku bunga lagi," kata Josua, Senin (4/11). Selain itu, harapan pelaku pasar yang cenderung positif pada negosiasi AS dan China belakangan ini jadi mengurangi permintaan safe haven dan dolar AS.
Rupiah berpotensi tertekan data PDB Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang relatif negatif di pekan lalu mengangkat nilai tukar rupiah di awal pekan ini. Mengutip Bloomberg di pasar spot, rupiah menguat 0,18% ke Rp 14.014 per dolar AS. Kompak, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan penguatan rupiah 0,45% Rp 14.002 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.066 per dolar AS. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah menguat karena dolar AS tertekan data pengangguran, rata-rata pendapatan per jam dan manufaktur yang menurun. Data tersebut menghalangi sentimen positif dari data non farm employment change yang tumbuh. "Data ekonomi AS relatif negatif membuat ekspektasi The Fed bisa memangkas suku bunga lagi," kata Josua, Senin (4/11). Selain itu, harapan pelaku pasar yang cenderung positif pada negosiasi AS dan China belakangan ini jadi mengurangi permintaan safe haven dan dolar AS.