KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kian tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia (BI) merespons dengan langkah baru dalam operasi moneter guna menjaga stabilitas pasar valas dan memperkuat likuiditas dolar di dalam negeri. Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir ke level terburuk sepanjang masa dan tembus di atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Senin (30/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.002 per dolar AS. Merespons hal ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan instrumen baru dalam operasi moneter, yakni penggunaan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) sebagai agunan atau underlying dalam transaksi valas mulai hari ini, Senin (30/3/2026).
Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Bisakah Instrumen BI SVBI dan SUVBI Jaga Stabilitas?
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kian tertekan hingga menembus level psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia (BI) merespons dengan langkah baru dalam operasi moneter guna menjaga stabilitas pasar valas dan memperkuat likuiditas dolar di dalam negeri. Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot berakhir ke level terburuk sepanjang masa dan tembus di atas Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Senin (30/3/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.002 per dolar AS. Merespons hal ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan instrumen baru dalam operasi moneter, yakni penggunaan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) sebagai agunan atau underlying dalam transaksi valas mulai hari ini, Senin (30/3/2026).
TAG: