Rupiah dan Saham Turun, Aswata Gunakan Pendekatan Investasi Konservatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran-Amerika Serikat berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dan pasar saham.

Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian Wanandi mengatakan situasi tersebut berdampak pada pelemahan rupiah dan tekanan di pasar saham. “Rupiah melemah dan saham turun,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (11/3/26).

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Aswata tetap menerapkan strategi investasi yang berhari-hati untuk menjaga stabilitas portofolio. “Untuk investasi, kami selalu memakai conservative approach,” katanya.


Baca Juga: Korporasi Memupuk Dana di Simpanan, Tahan Ekspansi?

Menurut Christian, langkah ini sejalan dengan karakter liabilitas industri asuransi umum yang cenderung berjangka pendek sehingga perusahaan menempatkan investasi pada instrumen jangka pendek juga.

Pendekatan tersebut dinilai membantu perusahaan menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian pasar yang dipicu dinamika geopolitik global.

Berdasarkan laporan keuangan Aswata per Desember 2025 (unaudited) jumlah investasi di Aswata mencapai nilai Rp 2,31 triliun. Meningkat jika dibanding dengan periode sebelumnya sebesar Rp 2,06 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News