Rupiah di Pasar Spot Melemah Tipis, Begini Prediksi untuk Rabu (11/2)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.811 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (10/2/2026), melemah 0,04% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.805 per dolar AS.

Berbeda arah, pergerakan rupiah berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) justru menguat 0,23% menjadi Rp 16.799 dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang di level 16.838 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh sentimen domestik, terutama rilis data penjualan ritel yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.


Berdasarkan survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) pada Desember 2025, kinerja penjualan eceran tumbuh melambat secara tahunan dan meningkat secara bulanan.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,04% ke Rp 16.811 per Dolar AS pada Selasa (10/2/2026)

Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember yang tumbuh 3,5% secara tahunan atau (year-on-year/yoy), atau lebih rendah dibanding pertumbuhan pada November 2025 yang sebesar 6,3%.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Desember 2025 tumbuh sebesar 3,1% (month-to-mont/mtm), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,5% (mtm).

“Kondisi tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih lemah,” ujar Lukman kepada KONTAN, Selasa (10/2/2026).

Kendati demikian, data kinerja penjualan eceran pada Januari 2026 diperkirakan meningkat secara tahunan. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 yang diproyeksikan tumbuh sebesar 7,9% (yoy).

Baca Juga: Moody’s Pangkas Outlook Kredit Indonesia, Begini Proyeksi Rupiah untuk Senin (9/2)

Di sisi lain, meskipun dolar AS secara global masih bergerak melemah, rupiah dinilai belum mampu memanfaatkan momentum tersebut secara optimal. Hal ini membuat pergerakan rupiah relatif tertahan.

Untuk perdagangan Rabu (11/2/2026), Lukman menyebut pelaku pasar akan mencermati rilis data penting dari AS, khususnya data tenaga kerja. Data tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan sentimen global.

Dengan kondisi tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak terbatas pada Rabu. Ia memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 16.750 hingga Rp 16.900 per dolar AS.

Selanjutnya: Tabel Harga Emas Antam 10 Februari 2026 - Semua Ukuran Rata-Rata Meroket 0,5% Sehari

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News