Rupiah Dibayangi Sentimen Eksternal, Ini Proyeksinya untuk Perdagangan Selasa (31/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah spot ditutup melemah 0,13% secara harian ke Rp 17.002 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (30/3/2026). Analis memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini, Selasa (31/3/2026) berpeluang menguat terbatas meski masih dibayangi sentimen eksternal.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksikan pergerakan rupiah pada Selasa (31/3/2026) masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal merespons perkembangan di Timur Tengah terutama harga minyak mentah dunia. 

Walau cenderung masih risk off, terkadang sentimen bisa sedikit membaik dan mendukung rupiah. 


Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah, Dipicu Meluasnya Perang di Timur Tengah

“Kalau melihat sentimen terakhir hingga sore ini, terlihat mulai membaik/tidak memburuk, rupiah berpotensi menguat terbatas di rentang Rp 16.950 – Rp 17.050 per dolar AS,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (30/3/2026).  

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai. 

Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran. 

“Di satu sisi, Iran mengatakan siap menghadapi invasi darat oleh AS, terutama setelah laporan akhir pekan lalu menunjukkan Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah,” ujar Ibrahim, Senin (30/3/2026).

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat bahwa rupiah dibayangi sentimen efisiensi anggaran. Rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran perlu didukung oleh kombinasi kebijakan lain agar efektif menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Tekanan fiskal yang terjadi saat ini bersifat struktural, yang berasal dari subsidi energi, kenaikan biaya bunga utang, dan kebutuhan belanja prioritas. 

Baca Juga: IHSG Terkoreksi, Intip Saham yang Banyak Diborong Asing, Senin (30/3)

“Maka dari itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri tunggal untuk menjaga defisit tetap terkendali, sehingga diperlukan kombinasi kebijakan,” kata Ibrahim. 

Untuk perdagangan Selasa (31/3/2026), Ibrahim menilai dinamika eskalasi masih turut mempengaruhi pergerakan rupiah. Pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi perang Iran setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran menyerang Israel pada akhir pekan lalu. 

Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah. 

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (31/3/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 17.000 – Rp 17.040 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: