Rupiah Diperkirakan Melemah di Perdagangan Pekan Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berada dalam tekanan dolar Amerika Serikat (AS) di perdagangan pekan lalu. Tekanan bagi nilai tukar rupiah diperkirakan masih berlanjut di pekan ini.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan bahwa rupiah menguat sekitar 0,10% secara harian ke level Rp 15.704 per dolar AS di perdagangan Jumat (1/3). Penguatan rupiah terjadi di tengah kenaikan inflasi Indonesia yang melebihi ekspektasi pasar.

Inflasi Indonesia di bulan Februari 2024 meningkat menjadi 2,75% secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya 2,57%  yang didorong kenaikan harga bahan makanan.


Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Leader dan Laggard dari Analis Berikut Ini

Sehingga, dengan meningkatnya inflasi mendorong ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) masih akan cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama di tahun ini.

Namun, Josua mengatakan, rupiah bergerak melemah sekitar 0,67% secara mingguan di pekan lalu. Mata uang garuda tertekan akibat ketidakpastian ekonomi Tiongkok, serta kekhawatiran terkait inflasi Indonesia.

Josua memperkirakan rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan di pekan ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan ekspektasi peningkatan data US ISM Manufacturing bulan Februari yang diperkirakan meningkat menjadi 49,5 dari sebelumnya 49,1.

Selain itu, salah satu indikator ketenagakerjaan AS yakni ADP Employment Change juga diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu dari sebelumnya 105 ribu.

Baca Juga: Gairah Reksadana Saham Telah Kembali

“Ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif kuat,” ungkap Josua kepada Kontan.co.id, Jumat (1/3).

Dengan mempertimbangkan adanya rilis data ekonomi Amerika pekan ini, Josua memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.675 – Rp 15.800 per dolar AS selama perdagangan pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli