Rupiah diprediksi lanjut melemah pada Kamis (22/7), ini faktor pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (22/7), masih akan dipengaruhi oleh kenaikan kasus Covid-19 dan tingginya permintaan dolar AS.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri melihat, investor masih merasa khawatir terhadap tingginya kasus Covid-19 di dalam negeri. 

Senada, Presiden Komisoner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menilai pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh perkembangan dari Covid-19 varian delta yang memicu kekhawatiran akan mengancam pemulihan ekonomi global.


Selain itu juga Reny melihat ada permintaan yang tinggi terhadap dolar AS sebagai mata uang safe haven saat ini, seiring dengan pemulihan ekonomi yang saat ini berjalan di AS.

Baca Juga: Rupiah melemah 0,17% ke Rp 14.543 per dolar AS pada (21/7), ini pemicunya

“Seiring recovery ekonomi yang berjalan di AS, mata uangnya juga mengalami apresiasi sehingga dianggap sebagai aset yang aman oleh investor sehingga cenderung dicollect oleh investor,” kata Reny kepada Kontan.co.id, Rabu (21/7).

Sutopo juga melihat ada kecenderungan dari investor untuk mengalihkan asetnya ke mata uang lindung nilai seperti dolar AS, Yen, dan Swiss Franc. Perhatian investor juga akan tertuju hanya pada perkembangan virus dan imbal hasil obligasi, karena tidak ada data ekonomi yang akan mempengaruhi pergerakan pasangan USD/IDR.

Sutopo memperkirakan rupiah masih akan melemah di perdagangan Kamis (22/7), di kisaran Rp 14.540 per dolar AS – Rp 14.600 per dolar AS. 

Sedangkan Reny menilai rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.508 per dolar AS – Rp 14.575 per dolar AS.

Asal tahu saja, rupiah pada Rabu (21/7) melemah 0,17% dan ditutup di level Rp 14.542,5 per dolar AS. Sementara itu, di kurs Jisdor rupiah melemah 0,21%, ke level Rp 14.554 per dolar AS.

Selanjutnya: Loyo, rupiah spot ditutup melemah ke Rp 14.543 per dolar AS pada hari ini (21/7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi