Rupiah diprediksi menguat, Senin (18/1) besok



JAKARTA. Rupiah menutup akhir pekan lalu dengan sedikit pelemahan. Awal pekan depan, mata uang garuda diprediksi akan kembali berotot.

Di pasar spot, Jumat (15/1) rupiah melemah tipis 0,02% ke level Rp 13.910 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Jumat (15/1) melemah 0,006% ke level Rp 13.866.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual mengatakan, pergerakan rupiah akhir pekan lalu cukup stabil. Aksi teror di Jakarta pada Kamis (14/1) hanya berpengaruh sesaat pada pergerakan rupiah.


Sementara data neraca perdagangan dalam negeri dan penurunan suku bunga BI mendapat respon positif. "Pengaruh BI rate dan neraca perdagangan cukup positif ke rupiah," paparnya.

Dari sisi eksternal, klaim pengangguran AS pekan lalu yang lebih tinggi dari angka sebelumnya dapat memicu spekulasi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga.

Demikian juga dengan melemahnya data-data ekonomi dari negeri paman sam, seperti data penjualan ritel, inflasi produsen, dan produksi sektor industri bulan Desember lalu. Ini diharapkan menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah.

Senin (18/1) pergerakan rupiah akan sepi sentimen eksternal. Selanjutnya, David berharap rupiah mulai mendapat lebih banyak sokongan dari sentimen dalam negeri, seiring dengan berjalannya program ekonomi pemerintah serta dirilisnya APBN 2016. Proyeksi David, rupiah akan mencatat penguatan di awal pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto