Rupiah Diproyeksi Kembali Menguat pada Hari Ini (10/2), Cek Sentimennya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali menguat pada perdagangan hari ini (10/2/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot menguat 0,42% secara harian ke Rp 16.805 per dolar AS pada Senin (9/2/2026).

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,29% secara harian ke Rp 16.838 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen risk on global yang kuat. Survey yang menunjukkan kenaikan di atas perkiraan pada indeks kepercayaan konsumen ikut menguatkan rupiah.


“Tidak ada data penting dari eksternal malam ini, sedangkan dari domestik, investor menantikan data penjualan ritel yang akan dirilis siang besok,” ucap Lukman kepada Kontan, Senin (9/2/2026). 

Baca Juga: Potensi Cuan Dividen! Koreksi Saham Big Bank Jadi Momen Beli, Simak Proyeksinya

Lukman memproyeksikan rupiah berada dalam kisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS untuk hari ini. 

Sementara itu, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi juga melihat penguatan rupiah salah satunya karena sentimen Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). IKK terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026.

Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2). 

IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100.

“Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan,” ucap Ibrahim. 

Selain itu, Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh geopolitik global. Washington dan Teheran mengatakan pada akhir pekan bahwa pembicaraan nuklir tidak langsung antara keduanya akan berlanjut setelah apa yang mereka gambarkan sebagai diskusi positif yang diadakan di Oman pada hari Jumat (6/2/2026). 

Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah akan segera terjadi, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini.

Baca Juga: Kinerja Imbal Hasil Unitlink Berbasis Saham Paling Moncer pada Januari 2026

Kekhawatiran akan konflik telah membuat para pedagang memberikan premi risiko yang lebih besar pada minyak, dengan Trump juga mengancam tindakan militer terhadap Teheran. 

“Namun, kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah sekarang tampak lebih kecil, meskipun Teheran memberi sinyal bahwa mereka akan tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya,” kata Ibrahim. 

Ibrahim memproyeksikan, rupiah pada hari ini bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat dalam rentang Rp 16.760 – Rp 16.800 per dolar AS.

Selanjutnya: Potensi Cuan Dividen! Koreksi Saham Big Bank Jadi Momen Beli, Simak Proyeksinya

Menarik Dibaca: Kulit Kusam di Usia 40-an? Rekomendasi Bedak Wardah Ini Rahasia Wajah Glowing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News