Rupiah Diproyeksi Melemah Hari Ini (23/8), Simak Sentimen yang Menyeretnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi lanjut melemah pada perdagangan hari ini (23/8). Kombinasi sentimen domestik dan eksternal bakal menyeret pergerakan rupiah.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, dari dalam negeri, pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) yang dirilis hari ini juga. Walau begitu, BI diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

Analis DFCX Futures Lukman Leong menambahkan, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi batu sandungan bagi pergerakan rupiah.


"Di sisi lain, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah akan memicu kenaikan inflasi yang lebih tinggi," kata Lukman, kemarin (22/8).

Baca Juga: Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 14.892 Per Dolar AS Pada Hari Ini (22/8)

Sementara itu, dari eksternal, pasar menanti pidato Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole. Powell diprediksi bakal memberikan panduan lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan keuangan AS dalam menghadapi tekanan harga yang semakin meningkat.

Lukman pun memperkirakan, rupiah hari ini berada dalam rentang Rp 14.800-Rp 14.975 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan Reny memprediksi, rupiah lanjut melemah dalam kisaran Rp 14.815-Rp 14.885 per dolar AS untuk hari ini.

Senin (22/8), rupiah spot ditutup melemah 0,36% ke Rp 14.892 per dolar AS. Sementara itu, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga koreksi 0,16% ke Rp 14.882 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari