Rupiah diproyeksi melemah Senin (16/1)



JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah di akhir pekan lalu akibat rebound pada mata uang dollar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah bisa berlanjut pada awal pekan di saat menanti data neraca perdagangan dalam negeri.

Di pasar spot, Jumat (13/1) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,43% ke level Rp 13.338 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia rupiah tergerus 0,15% di Rp 13.308.

Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, rupiah melemah pada akhir pekan lalu setelah gubernur The Fed Janet Yellen menyatakan jika ekonomi AS dalam jalur yang benar serta tidak akan mendapat rintangan dalam waktu dekat. Pernyataan Yellen mendukung penguatan USD.


Pergerakan rupiah di awal pekan menurut Faisyal akan menanti data neraca perdagangan dalam negeri bulan Desember. "Proyeksinya surplus US$ 840 juta, sama dengan bulan sebelumnya," tuturnya.

Angka surplus sebenarnya masih dipandang positif. Tetapi pasar akan melihat bagaimana tingkat ekspor dan impor.

Di sisi lain, ada ancaman dari data ekonomi AS yang dirilis Jumat malam (13/1). Penjualan ritel negeri Paman Sam bulan lalu tumbuh 0,6% atau di atas proyeksi sebesar 0,5% serta lebih baik dari bulan sebelumnya 0,2%. Sementara producer price index (PPI) di angka 0,3% turun dari sebelumnya 0,4% tetapi di atas proyeksi sebesar 0,1%.

Faisyal memperkirakan rupiah pada Senin (15/1) akan melemah terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto