Rupiah Diproyeksi Tembus Rp 18.100 per Dolar pada Rabu (5/8), Ini Penggeraknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,17% atau 30 poin ke level Rp 18.027 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 17.997 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah pada perdagangan Selasa (4/8/2026) dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data aktivitas manufaktur Amerika Serikat dirilis lebih kuat dari perkiraan. Sentimen pasar juga tertekan oleh ketidakpastian proses perdamaian di Timur Tengah menyusul bantahan Iran atas pernyataan Presiden Donald Trump terkait rencana perundingan.

Baca Juga: Meningkat 24,2%, Transaksi Aset Kripto Capai Rp 28,58 Triliun pada Juni 2026


"Dari domestik, investor juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II besok yang diperkirakan melambat. Sedangkan malam ini akan dirilis data pekerjaan AS JOLTS," ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS di tengah memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar mencermati perkembangan terbaru konflik AS-Iran setelah Teheran membantah pernyataan Presiden Donald Trump mengenai rencana perundingan dan mengancam akan menargetkan kapal perang AS di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan rilis data lowongan pekerjaan AS (JOLTS) serta data ketenagakerjaan nonpertanian (NFP) yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.100 per dolar AS. Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan rentang Rp 18.030 hingga Rp 18.080 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News