KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amrika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,80% ke posisi Rp 16.035 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/8). Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,51% ke posisi Rp 16.100 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah terapresiasi pada perdagangan Rabu (7/8) sejalan dengan rilis data cadangan devisa Indonesia yang tercatat meningkat sebesar US$ 5,23 miliar pada bulan Juli 2024.
Josua menjelaskan bahwa peningkatan cadangan devisa didorong oleh arus masuk dari pasar saham dan obligasi, penerbitan sukuk global, serta arus masuk dari SRBI. Baca Juga: Investor Berlindung ke SBN di Tengah Kekhawatiran Resesi dan Arah Suku Bunga Acuan Menurut dia, peningkatan cadangan devisa Indonesia yang signifikan mendorong optimisme para investor terkait dengan stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga permintaan aset denominasi rupiah cenderung meningkat. “Ditambah nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan harian terbesar di kawasan Asia, dengan ditutup menguat 0,81% ke level Rp 16.035 per dolar AS,” kata Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (7/6). Sebagai informasi, posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2024 setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Baca Juga: Intip Proyeksi Rupiah untuk Kamis (8/8) Usai Menguat Paling Tinggi di Asia Hari Ini