Rupiah diramal melemah pada perdagangan besok, ini pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpeluang untuk kembali melemah pada perdagangan Kamis (25/7). Mengingat, pada perdagangan hari ini (24/7) rupiah sempat menembus level psikologis ke Rp 14.023 per dollar AS. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan kurs rupiah Rabu (24/7) ditutup di level Rp 13.997 per dollar AS atau koreksi tipis 0,08% dari sehari sebelumnya. 

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, meskipun sempat melemah di awal perdagangan hari ini, namun rupiah bisa kembali menguat di akhir penutupan dan kembali di bawah Rp 14.000 per dollar AS. Adapun pelemahan yang terjadi hari ini masih didominasi beberapa kabar dari global.

Pertama, Washington telah mencapai kesepakatan antara pemerintah dan Kongres AS mengenai batas pagu utang untuk dua tahun ke depan. Sehingga, potensi shutdown pemerintahan AS kemungkinan tidak akan terjadi di tahun ini. Sementara itu, analis berpendapat peningkatan pinjaman AS bakal memperketat pasokan uang dalam sistem perbankan negara dan mendorong penguatan dollar AS.


Kedua, rencana Bank Sentral AS atau The Fed untuk memangkas suku bunga acuannya di akhir Juli 2019 diperkirakan tidak akan terlalu agresif. Kini, pasar cenderung beranggapan suku bunga AS hanya akan dipangkas 25 basis poin (bps) dibandingkan perkiraan sebelumnya yakni 50 bps. 

Faktor lainnya yang membuat dollar AS kian menguat hari ini dan kemungkinan besok yakni terpilihnya Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris menggantikan Theresa May. Boris Johnson merupakan tokoh anti Uni Eropa (UE), sehingga memungkinkan eksekusi Brexit dilakukan tanpa ada kesepakatan perdagangan.

"Untuk itu, rupiah diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan besok (25/7) di kisaran Rp 13.965 per dollar AS hingga Rp 14.050 per dollar AS," tandas Ibrahim, Rabu (24/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi