Rupiah Ditutup di Rp 18.083 per Dolar AS Selasa (28/7), Melemah 5 Hari Berturut-turut



​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah menjadi lima hari perdagangan berturut-turut.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.083 per dolar AS, melemah 0,41% dibandingkan penutupan Senin (27/7) yang berada di Rp 18.009 per dolar AS.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hilirisasi: Membangun Rantai Pasok Kendaraan Listrik Global


Sejalan dengan itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga melemah ke level Rp 18.088 per dolar AS, turun 0,52% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 17.995 per dolar AS.

Dengan pelemahan tersebut, rupiah semakin mendekati rekor terendah sepanjang masa di Rp 18.190 per dolar AS yang tercatat pada 8 Juni 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga tercermin di kawasan Asia. Mengutip Reuters, mata uang Garuda menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan seiring menguatnya dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga: IPCC Catatkan Pertumbuhan Volume Kargo 13,86% pada Semester I-2026

Reuters juga menyebut tekanan terhadap rupiah bertambah setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio pada Senin memunculkan kembali kekhawatiran pasar mengenai independensi bank sentral Indonesia.

Di saat yang sama, pelaku pasar global masih dibayangi ketidakpastian menjelang hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang menopang penguatan dolar AS dan memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News