KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (10/3). Penguatan mata uang Garuda ini didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik global serta data ekonomi dalam negeri. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 16.863 per dolar AS pada Selasa (10/3). Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan penguatan. Rupiah Jisdor tercatat menguat 0,56% secara harian menjadi Rp 16.879 per dolar AS pada hari yang sama. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen eksternal menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS. Menurut dia, komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait upaya penyelesaian cepat perang Iran membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.863 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (10/3). Penguatan mata uang Garuda ini didorong oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik, termasuk perkembangan geopolitik global serta data ekonomi dalam negeri. Di pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp 16.863 per dolar AS pada Selasa (10/3). Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan penguatan. Rupiah Jisdor tercatat menguat 0,56% secara harian menjadi Rp 16.879 per dolar AS pada hari yang sama. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen eksternal menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS. Menurut dia, komunikasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait upaya penyelesaian cepat perang Iran membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
TAG: