KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada perdagangan hari ini, Rabu (4/8), rupiah berhasil melanjutkan catatan positif. Di pasar spot, rupiah berhasil ditutup menguat 0,20% ke Rp 14.313 per dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, rupiah sudah menguat dalam enam hari berturut-turut. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.324 per dolar AS atau menguat 0,26% dibanding penutupan sebelumnya. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, penguatan rupiah tidak terlepas dari pelemahan dolar AS karena pasar tengah menanti rilis sejumlah data ekonomi AS. Data-data tersebut meliputi perubahan pekerja sektor non pertanian periode Juli, Purchasing Managers Index(PMI) manufaktur dari IHS Markit, serta PMI non-manufaktur dari Institute of Supply Management (ISM).
Baca Juga: Kurs rupiah Jisdor menguat lima hari beruntun ke Rp 14.324 hingga Rabu (4/8) "Indeks dolar masih bergerak melemah dan tetap mendekati posisi terendah baru-baru ini," kata Ibrahim dalam riset hariannya. Menyambut perdagangan besok, Kamis (5/8), analis Valbury Futures Lukman Leong menyebutkan rupiah berpotensi untuk kembali mencatatkan penguatan walaupun sifatnya terbatas. Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih akan bersikap wait and see sembari menunggu rilis data ekonomi AS. “Tapi, risk appetite investor saat ini trennya masih kuat setelah FOMC meeting minggu lalu menunjukkan The Fed masih akomodatif,” kata Lukman kepada Kontan.co.id, Rabu (4/8). Sementara dari dalam negeri, ia menyebut mulai turunnya kasus Covid-19 beberapa hari terakhir bisa menjadi katalis positif untuk rupiah.