Rupiah Kalah Menahan Gempuran Penguatan Dolar AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir hingga Jumat (2/9). Kurs rupiah Jisdor mengakumulasi pelemahan 0,58% menjadi Rp 14.900 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah spot melemah 0,53% dalam sepekan ke Rp 14.896 per dolar AS.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mencermati pelemahan rupiah sepanjang pekan ini tidak lepas karena perkasanya dolar AS yang mencetak level puncaknya dalam 20 tahun terakhir. 

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia ini berada di 109,35, turun dari level tertinggi dalam dua dekade 109,69 yang tercapai kemarin. Menurut Nanang, penguatan dolar AS disebabkan oleh langkah agresif The Fed dalam penerapan kebijakan moneter yang ketat.  


"Pasar pun melihat sektor tenaga kerja AS yang terus membaik dapat menjadi faktor kenaikan suku bunga," kata Nanang kepada Kontan.co.id, Jumat (2/9). 

Baca Juga: Ketidakpastian Mereda, Cadangan Devisa Agustus 2022 Berpotensi Naik U$ 1 Miliar

Dari dalam negeri, lanjut Nanang, keputusan pemerintah dalam menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi fokus panjang sepanjang pekan ini, walaupun belum terealisasi. 

Menurut dia, jika rencana kenaikan harga BBM bersubsidi benar terjadi maka ancaman terkereknya kenaikan inflasi karena bahan pokok masyarakat akan melonjak. 

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri menuturkan fluktuasi rupiah selama seminggu ini terutama dipengaruhi oleh sentimen eksternal di tengah perkembangan fundamental dalam negeri yang cukup baik.

Baca Juga: Kurs Rupiah Jisdor Melemah 0,58% Sepekan ke Rp 14.900 per Dolar AS

Dari domestik, lanjut Reny, fundamental ekonomi yang terus memberikan dorongan capital inflow untuk terus masuk ke dalam negeri. Salah satunya, data ekonomi cadangan devisa yang masih tetap tinggi. 

"Sementara dari eksternal, kebijakan The Fed yang tetap hawkish masih menopang daya tarik asset dolar AS," pungkas dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati