KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar mata uang rupiah kembali melemah di awal pekan ini setelah terseret sentimen eksternal dan guncangan dari dalam negeri. Merujuk pada data Bloomberg, Senin (13/7/2026), rupiah ditutup melemah ke level Rp 18.109 per dolar Amerika Serikat (AS) atau terdepresiasi 0,24% secara harian. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut melemah ke angka Rp 18.131 per dolar AS.
Kombinasi tekanan global dan kerentanan domestik ini sontak membuat pelaku pasar memproyeksikan pergerakan kurs rupiah masih akan menghadapi jalan terjal ke depan.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 18.109 Per Dolar AS Hari Ini (13/7), Asia Kompak Turun Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketegangan militer antara AS dan Iran di Timur Tengah yang memanas menjadi pemicu utama penguatan indeks dolar AS. Eskalasi konflik yang berujung pada penutupan kembali Selat Hormuz oleh Teheran dikhawatirkan memicu kemacetan pasokan minyak global dan lonjakan biaya energi. "Prospek kenaikan harga energi yang berkelanjutan telah menghidupkan kembali kekhawatiran akan guncangan inflasi lainnya, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2026). Kondisi tersebut kian diperparah oleh respons negatif pasar finansial terhadap isu penegakan hukum domestik. Sentimen pasar memburuk setelah munculnya dugaan kasus korupsi kakap yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Masalah hukum ini dinilai berpotensi merusak iklim bisnis, menurunkan kepercayaan investor asing, serta mempersulit target pertumbuhan ekonomi nasional. "Dengan hukum yang hancur seperti ini, maka tidak ada lagi kepastian hukum dan secara otomatis kepercayaan investor jatuh," tegas Ibrahim.
Baca Juga: BEI Buka Suspensi Saham AIMS, Harga Langsung Naik Usai Rilis Laba di 2025 Adapun untuk perdagangan besok (14/7/2026), pergerakan mata uang rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif. Kurs rupiah diproyeksikan bakal melanjutkan tren pelemahan dan ditutup merosot dalam rentang Rp 18.100 hingga Rp 18.150 per dolar AS pada Selasa (14/7/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News