KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang kian mendekati level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) membuat investor perlu mencermati pilihan mata uang lain. Selain dolar AS yang selama ini menjadi aset lindung nilai, franc Swiss, yen Jepang, dolar Australia, dolar Selandia Baru, hingga dolar Singapura memiliki karakteristik yang dapat menjadi pertimbangan investor. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah 0,20% ke level Rp 17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026). Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 17.948 per dolar AS, melemah dari Rp 17.898 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026). Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi mengatakan dolar AS masih menjadi pilihan aset lindung nilai atau safe haven tradisional.
Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Ini Deretan Mata Uang Alternatif Selain Dolar AS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang kian mendekati level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) membuat investor perlu mencermati pilihan mata uang lain. Selain dolar AS yang selama ini menjadi aset lindung nilai, franc Swiss, yen Jepang, dolar Australia, dolar Selandia Baru, hingga dolar Singapura memiliki karakteristik yang dapat menjadi pertimbangan investor. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah 0,20% ke level Rp 17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026). Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 17.948 per dolar AS, melemah dari Rp 17.898 per dolar AS pada Rabu (14/10/2026). Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi mengatakan dolar AS masih menjadi pilihan aset lindung nilai atau safe haven tradisional.
TAG: