Rupiah liar, likuiditas valas Bank Mandiri aman



JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memastikan likuiditas valuta asing (valas) yang dimilikinya berada di atas level mencukupi. Ini lantaran bank beraset terbesar di tingkat nasional ini mengaku sudah mempersiapkan sejak akhir tahun lalu. "Likuiditas valas kami lebih dari US$ 1 miliar," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, Senin (29/5). Menurutnya jumlah tersebut sangat cukup untuk menghadapi situasi saat ini, khususnya di kala rupiah tengah melemah. Likuiditas dollar sebanyak itu ditempatkan Mandiri di rekening nostro dan instrumen-instrumen yang juga bersifat likuid. Alasannya, kalau Bank Mandiri membutuhkan bisa segera dilepas dengan harga yang baik. "Selain tetap menjaga likuiditas juga menghasilkan yield yang baik," kata Zulkifli. Di tengah situasi krisis yang membuat nilai tukar rupiah terus tergerus terhadap dollar AS, ia optimis Mandiri mampu menjaga likuiditas valas. "Sebetulnya angka US$ 1 miliar itu lebih dari batas bawah kami. Batas bawah Bank Mandiri hanya sekitar US$ 500 juta - US$ 800 juta," ungkap Zulkifli. Dana yang sudah ada sekarang bisa bertambah lagi dengan potensi masuknya pinjaman valas dari tiga bank asing yang tengah diproses oleh Bank Mandiri. Kisaran pinjaman valas tersebut bila dirupiahkan bisa mencapai Rp 3 triliun. Pinjaman tersebut rencananya akan dipaketkan dengan sebagian obligasi rekapitalisasi Bank Mandiri. Tidak ketinggalan potensi dana dari devisa hasil ekspor. Bank Mandiri berharap bisa menjadi bank utama penerima devisa hasil ekspor. "Mudah-mudahan akan berhasil. Kami kan juga bank wholesale dan korporasi. Debitur kami dari korporasi banyak sekali. Kami siapkan infrastruktur dan SDM untuk penerimaan devisa hasil ekspor," kata Zulkifli tanpa menyebut target besaran devisa hasil ekspor yang ingin ditangkap Mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: