KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua sentimen positif datang bersamaan untuk pasar keuangan domestik. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) pada MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada Jumat (19/6/2026) dan Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan hingga 5,75% sejak Kamis (18/6/2026). Meski demikian, kedua sentimen tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan dalam jangka pendek. Hal tersebut tercermin dari pergerakan rupiah secara harian yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,06% menjadi Rp 17.804 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026). Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mengatakan, dipertahankannya status Indonesia sebagai emerging market oleh MSCI membantu menjaga Indonesia tetap berada dalam radar investor global sekaligus mengurangi risiko arus keluar dana pasif dari pasar domestik.
Rupiah Masih Loyo di Rp 17.804 Meski Ada Sentimen Positif MSCI & Bunga Dikerek
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua sentimen positif datang bersamaan untuk pasar keuangan domestik. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) pada MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada Jumat (19/6/2026) dan Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan hingga 5,75% sejak Kamis (18/6/2026). Meski demikian, kedua sentimen tersebut dinilai belum cukup untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan dalam jangka pendek. Hal tersebut tercermin dari pergerakan rupiah secara harian yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,06% menjadi Rp 17.804 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026). Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mengatakan, dipertahankannya status Indonesia sebagai emerging market oleh MSCI membantu menjaga Indonesia tetap berada dalam radar investor global sekaligus mengurangi risiko arus keluar dana pasif dari pasar domestik.
TAG: