Rupiah masih rawan melemah pekan depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen dari luar negeri diperkirakan masih akan menekan nilai tukar rupiah. Meski demikian, peluang menguat tetap ada ketika data inflasi dirilis pemerintah awal pekan ini.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, apabila tingkat inflasi yang akan dirilis nanti masih di bawah 4%, hal itu bisa menjadi katalis positif terhadap performa kurs rupiah. “Sebenarnya penurunan suku bunga acuan kemarin merupakan sinyal positif kalau tingkat inflasi kita cukup stabil,” katanya.

Meski begitu, ia memperkirakan, kurs rupiah bakal kembali menunjukkan tren pelemahan seiring akan dirilisnya data tingkat pengangguran di Amerika Serikat pada tengah pekan depan. Jika tingkat pengangguran di negeri Paman Sam turun, posisi dollar AS tentu akan diuntungkan.


Sementara, Ekonom & Foreign Exchange Trader Bank Bukopin, Ridho Ramadhan mengingatkan, pekan depan, sudah memasuki bulan Oktober. Itu tandanya, The Fed akan memulai kebijakan normalisasi balance sheet.

Ridho meramalkan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.350-Rp 13.650 dengan tendensi melemah terhadap dollar AS sepanjang pekan depan. Sedangkanl Putu memprediksi pada pekan depan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp 13.360-13.570 per dollar AS.

Sebagai informasi, mengutip Bloomberg, Jumat (29/9), nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,32% ke level Rp 13.472 per dollar AS. Namun, mata uang Garuda tercatat melemah 1,2%. Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan, hari ini, rupiah melemah 0,21% ke Rp 13.492 per dollar AS. Sepekan, rupiah terdepresiasi 1,25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini