Rupiah masih terkulai, nilai tukar di 14.475



JAKARTA. Menjelang siang ini (18/9), posisi rupiah semakin tak bertenaga. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level 14.475 per dollar AS. Dengan demikian, rupiah melemah 0,1% dari posisi penutupan kemarin di level 14.459 per dollar AS.

Pelemahan rupiah sudah berlangsung selama 10 pekan berturut-turut. Ini merupakan pelemahan mingguan dengan periode terlama sejak tahun 2000. Penyebabnya, investor asing melepas saham di tengah ketidakpastian mengenai kapan kenaikan suku bunga acuan AS akan dilakukan.

Nah, pada rapat tadi malam, The Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level rekor terendah. Pimpinan The Fed Janet Yellen memiliki pertimbangan tersendiri atas kebijakan tersebut. Yakni, ketidakpastian mengenai outlook perekonomian global dan terjadinya turbulensi di pasar finansial dalam sebulan terakhir.


Khusus untuk Indonesia, investor asing sudah menarik dananya senilai US$ 84 juta pada pekan ini. Dengan demikian, pada kuartal ini, nilai capital outflow Indonesia mencapai US$ 991 juta.

"Indonesia harus menahan nafas, sebab kondisi ini berdampak negatif untuk rupiah. Bank Indonesia tidak akan berani untuk memangkas suku bunga acuan untuk menyokong pertumbuhan sebelum The Fed mulai menaikkan suku bunganya. Sehingga, semua akan berhenti sejenak," jelas I Made Adi Saputra, fixed income analyst BNI Securities di Jakarta seperti yang dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News