KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan. Selain dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah dinilai lebih banyak dipicu oleh faktor domestik yang memengaruhi persepsi investor terhadap Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (29/7), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,06% secara harian. Meski sedikit menguat, rupiah masih bertengger di dekat rekor terendah sepanjang masa di level Rp 18.190 per dolar AS yang tercatat pada 8 Juni 2026. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, mengatakan faktor domestik saat ini menjadi pendorong utama pelemahan rupiah, kendati tekanan eksternal seperti konflik Iran-Amerika Serikat dan melonjaknya harga minyak juga masih membayangi.
Rupiah Masih Terperosok, Ekonom Sebut Persepsi Risiko Domestik Jadi Biang Kerok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan. Selain dipengaruhi sentimen global, pelemahan rupiah dinilai lebih banyak dipicu oleh faktor domestik yang memengaruhi persepsi investor terhadap Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (29/7), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,06% secara harian. Meski sedikit menguat, rupiah masih bertengger di dekat rekor terendah sepanjang masa di level Rp 18.190 per dolar AS yang tercatat pada 8 Juni 2026. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, mengatakan faktor domestik saat ini menjadi pendorong utama pelemahan rupiah, kendati tekanan eksternal seperti konflik Iran-Amerika Serikat dan melonjaknya harga minyak juga masih membayangi.