KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi sejumlah risiko yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Tekanan inflasi pangan, dinamika neraca perdagangan, hingga ketidakpastian geopolitik global menjadi faktor yang memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang Garuda. Melansir Bloomberg, Selasa (3/11/2026), rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% ke level Rp 18.160 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.156 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah spot, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) justru mencatatkan penguatan. Rupiah Jisdor pada Selasa (3/11/2026) menguat 0,07% secara harian menjadi Rp 18.148 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.161 per dolar AS.
Rupiah Masih Tertekan Inflasi dan Geopolitik, Simak Proyeksi Besok Rabu (4/11)
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi sejumlah risiko yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Tekanan inflasi pangan, dinamika neraca perdagangan, hingga ketidakpastian geopolitik global menjadi faktor yang memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang Garuda. Melansir Bloomberg, Selasa (3/11/2026), rupiah spot ditutup melemah tipis 0,02% ke level Rp 18.160 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 18.156 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah spot, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) justru mencatatkan penguatan. Rupiah Jisdor pada Selasa (3/11/2026) menguat 0,07% secara harian menjadi Rp 18.148 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.161 per dolar AS.
TAG: