KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, seluruh negara saat ini tengah mengarah kepada titik keseimbangan baru pada normalisasi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. BI juga bersiap untuk hadapi tantangan tersebut. “Jadi ke depan bunga dari negara maju maupun berkembang itu sudah mulai akan dinaikkan. Untuk itu, kita mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan jangka menengah,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat konferensi pers di Gedung BI, Kamis (26/4). Di Indonesia, salah satu keseimbangan baru itu untuk nilai tukar rupiah. Menurut Agus, sejak Jumat (19/4) hingga hari Rabu (24/4), rupiah tertekan akibat yield suku bunga obligasi negara Amerika Serikat mencapai 3,03%. Kenaikan ini juga membuat tekanan kepada seluruh mata uang yang ada di dunia termasuk Indonesia.
Rupiah masih undervalue, Indonesia cari keseimbangan baru
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, seluruh negara saat ini tengah mengarah kepada titik keseimbangan baru pada normalisasi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. BI juga bersiap untuk hadapi tantangan tersebut. “Jadi ke depan bunga dari negara maju maupun berkembang itu sudah mulai akan dinaikkan. Untuk itu, kita mesti mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan jangka menengah,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat konferensi pers di Gedung BI, Kamis (26/4). Di Indonesia, salah satu keseimbangan baru itu untuk nilai tukar rupiah. Menurut Agus, sejak Jumat (19/4) hingga hari Rabu (24/4), rupiah tertekan akibat yield suku bunga obligasi negara Amerika Serikat mencapai 3,03%. Kenaikan ini juga membuat tekanan kepada seluruh mata uang yang ada di dunia termasuk Indonesia.