Rupiah Melemah 7,52% Sepanjang 2026, Won Korea Selatan Menguat 8,78%



KONTAN.CO.ID - Nilai tukar mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Won Korea Selatan mencatatkan penguatan harian terbesar di antara mata uang Asia dalam daftar Reuters, sedangkan rupiah Indonesia mengalami pelemahan.

Mengutip data Reuters pada pukul 02.07 GMT, won Korea Selatan menguat 0,18% ke level 1.324,30 per dolar AS, dari posisi sebelumnya 1.326,71 per dolar AS.


Baca Juga: Unilever (UNVR) Cetak Kinerja Moncer, Laba Melonjak 25,9% per September 2026

Yen Jepang juga menguat tipis 0,03% ke level 158,08 per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,02% ke posisi 32,480 per dolar AS.

Sebaliknya, rupiah melemah 0,14% ke level Rp 18.025 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 18.000 per dolar AS.

Pelemahan juga dialami baht Thailand sebesar 0,09% dan dolar Singapura serta ringgit Malaysia yang masing-masing turun sekitar 0,05%.

Peso Filipina dan rupee India relatif stabil, sedangkan yuan China melemah tipis 0,01% terhadap dolar AS.

Secara kumulatif sepanjang 2026 hingga data tersebut, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar dalam daftar, yakni 8,78% dibandingkan posisi akhir 2025.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 18.035 Per Dolar AS Hari Ini (22/10), Asia Mixed

Yuan China menyusul dengan penguatan 4,68%, sedangkan dolar Singapura menguat 0,61%. Sebaliknya, rupiah telah melemah 7,52% sejak akhir 2025, lebih dalam dibandingkan pelemahan baht Thailand sebesar 6,37%, rupee India 4,86%, dan peso Filipina 7,12%.

Ringgit Malaysia melemah 0,60% sepanjang tahun berjalan, sementara yen Jepang turun 0,90%.

Pergerakan mata uang Asia masih dipengaruhi dinamika dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral, serta perkembangan risiko geopolitik dan pasar energi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News