KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp 18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) menambah tekanan bagi industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku dan komponen impor. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama bagi industri dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi, seperti elektronik, otomotif, kimia dan petrokimia, farmasi, hingga industri yang banyak menggunakan komponen plastik. Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Chandra Wahjudi mengatakan, kenaikan kurs dolar AS secara langsung berdampak terhadap biaya pengadaan bahan baku, kebutuhan modal kerja, hingga biaya logistik perusahaan.
Rupiah Melemah, Apindo Khawatir Beban Industri Semakin Bertambah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp 18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) menambah tekanan bagi industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku dan komponen impor. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama bagi industri dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi, seperti elektronik, otomotif, kimia dan petrokimia, farmasi, hingga industri yang banyak menggunakan komponen plastik. Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Chandra Wahjudi mengatakan, kenaikan kurs dolar AS secara langsung berdampak terhadap biaya pengadaan bahan baku, kebutuhan modal kerja, hingga biaya logistik perusahaan.
TAG: